ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL
ETIKA KOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL
Teknologi, informasi, dan komunikasi telah
mengalami perekembangan pesat, hal ini tidak hanya memberikan peluang tetapi
juga tantangan bagi aspek kehidupan sosial dan budaya. Kemajuan teknologi ini
dapat mempengaruhi amoral bagi kegiatan komunikasi dan interaksi, baik secara
langsung ataupun melalui internet. Teknologi komunikasi yang digunakan untuk
berinteraksi secara online berupa media sosial. Media sosial dinilai tidak
dapat lepas dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Pengguna dapat mengakses
media sosial dimanapun dan kapanpun melalui jaringan internet. Media sosial
tidak hanya memberikan dampak baik berupa kemudahan dalam berinteraksi dan
berkomunikasi, tetapi juga dapat menimbulkan tindakan buruk melalui unggahan
konten yang berisi berita palsu, ujaran kebencian, isu suku, ras, agama, dan
antargolongan (SARA). Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi pemikiran
atas ujaran kebencian adalah edukasi dalam mempromosikan nilai-nilai toleransi
antar umat beragama dalam platform digital melalui teks, audio, foto, ataupun
video.
Media sosial merupakan platform digital
yang memfasilitasi pengguna untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi serta
berbagi konten berupa teks, foto, dan video. Media sosial juga sebuah sarana
untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara daring yang
memungkinkan satu sama lain berinteraksi tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu.
Media sosial adalah teknologi interaktif yang memfasilitasi penciptaan dan berbagi
konten, seperti ide, minat, bakat, atau bentuk ekspresi lainnya. media sosial
sebagai fenomena sosial dan teknologi yang telah mengalamai evolusi signifikan
sejak kemunculannya. Sejak awal diciptakan media sosial digunakan untuk wadah
bagi pengguna agar dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan bertukar
informasi dan ide di komunitas dan daring. Konsep komunikasi tidak hanya
mencakup cara berbicara yang efektif, tetapi juga melibatkan aspek etika.
Jumlah pengguna media sosial di Indonesia telah menciptakan peluang untuk
memaksimalkan peran media sosial sebagai sarana komunikasi. Hal ini menekankan
pentingnya etika dalam penggunaan media sosial untuk meningkatkan efektivitas
komunikasi di tengah masyarakat.
Etika komunikasi adalah seperangkat prinsip
yang mengatur bagaimana cara masyarakat berkomunikasi dengan orang lain.
Tujuannya untuk menciptakan lingkungan yang aman, penuh hormat, dan tanggung
jawab, sehingga setiap individu dapat berinteraksi dengan baik. Kebijaksanaan
dalam berkomunikasi, baik menerima maupun menyampaikan informasi, perlu
ditanamkan kembali dalam diri setiap individu. Komunikasi harus dijaga untuk
menciptakan kehidupan yang selaras dan harmonis, karena manusia tidak hidup
sendiri dan harus berdampingan dengan orang lain. Etika memiliki pengaruh yang
signifikan dalam kehidupan manusia. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk menjadi
pengguna media sosial yang beretika dan bijaksana diantaranya:
1. Menjaga
penggunaan bahasa dalam berkomunikasi
Pengguna media sosial harus menggunakan Bahasa yang sopan dan jelas dalam
berkomunikasi. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya kesalahpahaman dan
memastikan bahwa pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh orang
lain.
2. Memastikan
kebeneran informasi
Pengguna media sosial harus melakukan pengecekan fakta untuk memastikan
kebenarannya sebelum membagikan informasi. Penyebaran berita palsu dapat
merusak reputasi orang lain dan mempengaruhi opini public secara negative.
3. Menjaga
privasi
Pengguna media sosial harus bijak dalam membagikan informasi pribadi.
Membagikan terlalu banyak informasi sensitive dapat menimbulkan ancaman
terhadap keamanan pribadi dan privasi.
4. Menghormati
orang lain
Pengguna
media sosial harus senantiasa menghormati orang lain dalam semua bentuk
komunikasi. Ini berarti menghindari komentar yang merendahkan, menghina, dan
mengancam.
Perkembangan teknologi, informasi, dan
komunikasi berupa media sosial tidak hanya memberikan peluang tetapi juga
tantangan bagi kehidupan sosial dan budaya. Kebijaksanaan dan beretika dalam
berkomunikasi, baik menerima dan menyampaikan informasi harus ditanamkan dalam
diri setiap individu. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari adanya
tindakan buruk dalam penggunaan media sosial oleh pengguna yaitu menggunakan
bahasa yang sopan dan jelas dalam berkomunikasi, sebelum membagikan informasi
memastikan kebenerannya, tidak sembarangan dalam membagikan informasi pribadi
di media sosial, dan menghormati orang lain dalam semua bentuk komunikasi.
REFERENSI
Ashari, S. F., & Yuliana, N. (2023). Etika
Berkomunikasi Dalam Lingkungan Media Sosial. Socius: Jurnal Penelitian
Ilmu-Ilmu Sosial, 1(December), 271–275.
Etistika Yuni Wijaya, Dwi Agus Sudjimat, & Amat
Nyoto. (2016). Transformasi Pendidikan Abad 21 Sebagai Tuntutan. Jurnal
Pendidikan, 1, 263–278.
http://repository.unikama.ac.id/840/32/263-278 Transformasi Pendidikan Abad 21
Sebagai Tuntutan Pengembangan Sumber Daya Manusia di Era Global .pdf. diakses
pada; hari/tgl; sabtu, 3 November 2018. jam; 00:26, wib.
Komentar
Posting Komentar