ETIKA BISNIS: PRIVASI DAN KEAMANAN DATA DI PLATFORM DIGITAL
ETIKA BISNIS: PRIVASI DAN KEAMANAN DATA DI PLATFORM
DIGITAL
Oleh : Rifa Iftinan
Di Indonesia, kelalaian dalam bermoral saat menjalankan
usaha kerap terjadi, terutama oleh para pebisnis besar atau taipan. Para
pebisnis dan ahli ekonomi dengan pemikiran yang mendalam tentang kapitalisme
sering meragukan apakah pengetahuan tentang moralitas dalam usaha benar-benar
perlu dikuasai oleh seseorang yang menjadi pebisnis? Menurut para pembisnis etika
bisnis hanyalah suatu hal yang Membatasi lingkup aktivitas manfaat finansial.
Padahal, dengan mengutamakan moral usaha yang positif, organisasi dapat
mendapatkan manfaat finansial yang signifikan, karena terwujudnya keyakinan
pelanggan kepada organisasi.
Konsep etika dimaknai sebagai suatu tindakan tolok ukur
yang mengarahkan seseorang dalam mengambil pilihan. Moralitas merupakan kajian
tentang tindakan yang keliru dan tepat serta alternatif etis yang dijalankan
oleh individu. Ketetapan etik adalah suatu aspek yang berkaitan dengan sikap
tolok ukur. Moralitas usaha terkadang dinamakan moralitas pengelolaan, yaitu
implementasi nilai-nilai ke dalam aktivitas usaha. Sesungguhnya, sikap yang
etis adalah sikap yang mentaati ketetapan Allah SWT dan menghindari
pantangan-Nya. Dalam Islam, moralitas usaha telah diulas dalam berbagai
referensi dengan rujukan pokoknya berasal dari ajaran Al-Quran dan hadits.
Dalam dunia bisnis modern yang semakin didorong oleh
kemajuan teknologi, etika bisnis menjadi aspek yang sangat penting untuk
dijunjung tinggi, terutama ketika berbicara mengenai privasi dan keamanan data
di platform digital. Etika bisnis merujuk pada prinsip-prinsip moral yang
mendasari keputusan dan perilaku perusahaan, yang tidak hanya berkaitan dengan
keuntungan finansial, tetapi juga tanggung jawab sosial terhadap konsumen dan
masyarakat luas.
Platform perdagangan online atau e-commerce adalah suatu
model bisnis yang di jaman sekarang memberikan kenyamanan bagi konsumen dan
pengusaha atau Perusahaan untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan
produk dan jasa melalui internet. Platform perdagangan online atau e-commerce
dapat membuka peluang ekonomi baru bagi para individu untuk menjadi wirausaha
yang menciptakan lapangan kerja tambahan di masa mendatang.
Di dalam platform digital terdapat data privasi dan
keamanan untuk keberlangsungan untuk penggunaannya. Data privasi adalah
informasi yang dapat digunakan untuk megidentifikasi individua tau entitas.
Dalam konteks pribadi, data mencakup berbagai informasi seperti naman, Alamat,
nomor identitas, dan informasi keuangan baik secara langsung maupun secara
tidak langsung melalui sistem elektronik dan nonelektronik. Berikut merupakan
etika dalam mengelola data konsumen, yaitu perlindungan data pribadi, transparansi,
kepatuhan terhadap regulasi, dan bertanggung jawab atas kesalahan berkaitan
tentang keamanan data.
Selain itu adapun fungsi keamanan data privasi di
platform digital yaitu, menjaga kepercayaan konsumen, melindungi privasi
individu, melindungi gangguan pada kegiatan bisnis, dan mencegah penurunan
investasi. Dengan begitu perusahaan dituntut untuk memperlakukan data pribadi
dengan penuh kehati-hatian dan transparansi. Mereka harus memastikan bahwa data
yang dikumpulkan hanya digunakan untuk tujuan yang sah, disimpan dengan aman,
dan tidak disalahgunakan.
Ada tiga upaya dalam perlindungan data pribadi. Yang
pertama adalah preventif, preventif merupakan perlindungan data pribadi dengan
menyediakan beberapa lapisan keamanan yang bisa diaktifkan pengguna seperti OTP
dan ENKRIPSI. Kedua ada adaptif, yaitu melakukan pengecekan berkala terhadap
system keamanan data platform seperti privaso impact, assessment (PIA). Dan
yang terakhir adalah kolaboratif, yaitu bekerjasama dan berkonsultasi dengan
pemerintah dalam upaya perwujudan, perlindungan data pribadi yang sesui dengan
regulasi yang berlaku di Indonesia.
Dalam konteks etika bisnis di era digital, privasi dan
keamanan data di platform digital sangat penting. Bisnis semakin banyak
mengumpulkan dan memanfaatkan data pribadi pengguna untuk berbagai tujuan
komersial karena kemajuan teknologi. Namun, hal ini juga memerlukan tanggung
jawab yang besar untuk memastikan bahwa data tidak disalahgunakan atau bocor.
Perusahaan harus memastikan bahwa data pribadi pelanggan diperlakukan dengan
jelas, hati-hati, dan aman sebagai bagian dari etika bisnis.
Perusahaan tidak hanya harus menghasilkan uang, tetapi
juga harus menjaga kepercayaan pelanggan dengan bertindak adil dan bertanggung
jawab terhadap privasi mereka. Oleh karena itu, untuk membuat ekosistem digital
yang aman dan dapat dipercaya, kebijakan yang jelas dan perlindungan data yang
kuat sangat diperlukan. Secara keseluruhan, semua bisnis yang beroperasi di
dunia digital harus bertanggung jawab moral untuk menjaga privasi dan keamanan
data. Perusahaan dapat menjaga keberlanjutan dan memiliki reputasi yang baik di
mata publik dengan menerapkan etika bisnis yang kuat.
MANAJEMEN BISNIS SYARIAH, 3F
Komentar
Posting Komentar