Etika bisnis Islam terkait privasi dan keamanan data di platform digital

  Etika bisnis Islam terkait privasi dan keamanan data di platform digital

Oleh: Diyah Ayu Mustikaningtyas (235211038)


Sama dengan aset uang, kendaraan, tanah dsb. Data dan informasi pribadi merupakan aset penting yang harus dilindungi pemiliknya. Data dapat menyebar luas melalui dunia digital, karena kebutuhan akan teknologi yang semakin lama semakin meningkat, tetapi sangat disayangkan masih banyak orang yang tidak peduli akan keamanan serta privasi data pribadi milik mereka masing masing. Privasi merupakan suatu hal yang terkaitan erat dengan kepemilikan data pribadi berupa berbentuk biodata pengguna, lokasi, foto, video, maupun data data penting lainnya yang bersifat pribadi yang harusnya hanya dimiliki secara pribadi oleh seseorang pemilik data tersebut, sedangkan kemanan data adalah tindakan mengupayakan untuk melindungi data dari akses kejahatan, seperti pencurian, penyalahgunaan data, memodifikasi data dan ancaman cyber lainnya. 


Etika dalam Islam

Islam telah mengajarkan begitu banyak hal menyangkut dengan etika, sejak usia dini pun sudah dianjurkan untuk diajarkan beretika. Salah satu firman Allah SWT tentang bagaimana mengajarkan kepada anak, kapankah waktu yang tepat dan bagaimana caranya untuk masuk ke kamar orang tuanya yang ada di dalam QS. An-Nur ayat: 58 yang berbunyi, “…yaitu anak-anak yang sudah paham tentang aurat meskipun belum baligh diantara kamu, hendaklah mereka semua meminta izin kepada kamu pada tiga kali atau tiga kesempatan dalam satu hari..”. Potongan ayat ini cukup menjelaskan bahwa penerapan etika dan privasi juga sudah ada diatur dalam agama islam bahkan pada saat usia dini pun sudah dianjurkan untuk mengetahui etika dalam sesama keluarga.


Etika bisnis dalam islam

 Etika bisnis dalam Islam adalah seperangkat prinsip dan nilai yang mengatur bagaimana kegiatan bisnis dan perdagangan dilakukan berdasarkan dengan ajaran Islam. Tujuan utama dari etika bisnis dalam Islam adalah untuk menjaga keadilan, kejujuran, dan keseimbangan dalam semua transaksi. Dengan mengikuti etika bisnis dalam Islam, diharapkan bisnis dapat berjalan dengan harmonis, adil, dan memberi manfaat baik bagi pelaku bisnis maupun masyarakat secara keseluruhan.


Platform digital

Platform digital merupakan salah satu sistem berbasis teknologi yang menyediakan lingkungan untuk interaksi, transaksi, dan pertukaran informasi secara online antara pengguna, baik itu individu maupun organisasi. Platform ini memungkinkan untuk memudahkan akses ke berbagai layanan atau produk melalui internet, sehingga menghubungkan berbagai pihak dalam ekosistem digital. Contoh platform digital meliputi aplikasi e-commerce, media sosial, layanan streaming, hingga platform kerja kolaboratif. Platform digital juga dapat memfasilitasi berbagai bentuk interaksi antar pengguna, seperti jual beli, pertukaran data, pendidikan, hingga hiburan, dengan memanfaatkan infrastruktur digital seperti jaringan internet dan perangkat lunak khusus.


Macam macam Platform Digital

Platform digital memiliki banyak macam bentuk sesuai dengan kebutuhan dan keinginana para pengguna.


1. Platform Media Sosial: media sesial merupakan tmpat untuk berinteraksi dan berbagi konten, cakupan media sosial sangat luas bahkan sampai dengan lintas negara. 

Contoh: Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn.

2. Platform E-commerce: Platform ini merupakan situs atau juga aplikasi yang memungkinkan transaksi jual beli secara online, Platform ini sangat memudahkan perusahaan/suatu usaha untuk memperluas sektor pasar serta konsuemnnya. 

Contoh: Shopee, Tokopedia, Amazon, Bukalapak.

3. Platform Pembelajaran Online: Platform ini menyediakan kursus/pelatihan, dan pendidikan secara daring untuk memudahkan akses para pelajar untuk menimba ilmunya. 

Contoh: Coursera, Udemy, Ruangguru.

4. Platform Streaming: Platform ini banyak digunakan oleh kalangan genZ bahkan kalangan milenial untuk menonton video atau mendengarkan musik secara online karena banyak pilihan genre. 

Contoh: Netflix, YouTube, Spotify.

5. Platform Perbankan Digital: Layanan perbankan ini bisa diakses secara online untuk memudahkan para nasabah. 

Contoh: OVO, GoPay, Brimo, Livin.


Prinsip prinsip Etika Bisnis Islam Dalam Platform Digital

Dalam etika bisnis islam tentunya ada prinsip prinsip yang harus diterapkan. Penerapan prinsip prinsip ini akan memberikan output yang sangat bagus bagi perusahaan. Prinsip prinsip etika bisnis, yaitu:

  • Kejujuran(Shiddiq)

Perusahaan dilarang untuk menipu, memanipulasi, atau berbohong tentang penggunaan data para konsumennya.

  • Keadilan (Al-‘Adl)

Penggunaan data harus sesuai hak para konsumen, tidak boleh mementingkan hak individu atau mmentikan suatu kelompok.

  • Tanggung Jawab (Amanah)

Dalam konteks ini tanggung jawab perusahaan diperlukan dlam hal mengaja amanah data data para konsumen.

  • Keterbukaan/Transparasi 

Perusahaan harus terbuka atas apa yang mereka lakukan dalam pengelolaan data konsumen. 


Dampak Menerapkan Etika Bisnis Islam

 Semua hal yang kita lakukan didunia ini pasti akan ada dampaknya. Baik berdampak pada diri kita sendiri maupun berdampak pada orang lain yang ada disekeliling kita. Dalam dunia Bisnis Ketika kita menerapkan Etika Bisnis Islam dengan baik dan benar pasti akan menimbulkan banyaknya dampak positif dari para konsumen, dan sebaliknya ketika kita tidak dapat dipercaya oleh konsumen pasti value kita juga menurun di mata konsumen. Kebanyakan konsumen senang dengan penjual yang bersikap jujur dan penuh tanggung jawab, hal ini akan meningkatkan loyalitas para konsumen karena, ketika mereka sudah merasa bahwa kita dapat dipercaya tentunya mereka akan kembali kepada kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan