ETIKA DI PLATFORM DIGITAL
JADI ORANG BERETIKA SAAT KOMENTAR DI PLATFORM DIGITAL
Oleh: Eka Asti Nur Aini
Pada zaman sekarang yang semuanya serba digital tentu akan memudahkan setiap orang dalam melaksanakan aktivitas yang semula butuh waktu berjam jam untuk diselesaikan, sekarang hanya memerlukan ketikan jari di atas layar. Semua terasa begitu mudah dan dekat dengan satu genggaman. Kecepatan tersampaikannya informasi juga merupakan keuntungan adanya platform digital. Tidak hanya anak muda, orang tua yang sudah berumurpun turut merasakan kemajuan teknologi saat ini. Di tandai dengan menurunnnya jumlah penonton TV lokal, orang lebih nyaman mengakses segala hal lewat gadget yang dinilai lebih praktis dan fleksibel.
Platform digital sebagai penyedia layanan aktivitas manusia yang bisa diakses secara online baik untuk komunikasi, transaksi, pencarian informasi, maupun pemenuhan kebutuhan lain. Dalam penggunaannya platform digital ini dinilai dapat lebih menghemat waktu dan tenaga. Dengan adanya platform digital juga, para pelaku usaha merasa sangat terbantu dalam pengenalan produk. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk iklan yang mahal, hanya perlu keterampilan mengambil dan mengedit foto maupun video untuk diunggah di media sosial.
Dengan adanya platform digital penerimaan informasi menjadi terlalu cepat, banyak orang sulit membedakan berita asli dan palsu. Tidak sedikit yang mudah terpengaruh, sehingga tanpa pikir panjang orang tersebut langsung meninggalkan komentar tidak mendasar dengan dalih hanya ikut-ikutan. Padahal dalam dunia maya sebaiknya etika juga harus dijunjung tinggi, karena etika merupakan aturan ataupun tata cara komunikasi dengan orang lain yang didasari oleh adab.
Dengan berbagai kemudahan yang diberikan, beraktivitas di platform digital tentu memiliki tantangan, terutama dalam etika saat berinteraksi di media sosial. Maka perlu untuk menghormati orang lain dan menjaga sopan santun dalam menggunakan platform digital (Sari, 2021). Jika ingin dihormati kita juga harus menghormati orang lain terlebih dahulu. Jangan asal mengirimkan teks atau gambar yang sifatnya mengejek maupun menyerang pribadi seseorang. Karena kita juga tidak tahu seberapa kuat mental seseorang yang menerima hal tersebut, jadi berhati-hatilah juga dalam penggunaan bahasa.
Jika menemukan hal yang menarik pasti tangan terasa gatal untuk mempostingnya dimedia sosial atau sekadar mengirimnya ke teman dekat. Hal yang dianggap menarik oleh seseorang bisa jadi privasi yang tidak boleh disebar oleh yang berkepentingan. Bisa juga kebenarannya masih simpang siur, tidak menutup kemungkinan dapat memicu timbulnya konflik antar individu. Sebelum menyebarkan sesuatu perlu dianalisis sumbernya terpercaya atau tidak, informasinya aktual atau masih tanda tanya.
Segala bentuk tindakan yang dilakukan di platform digital tentu ada akibat yang ditimbulkan. Dapat berupa kebaikan yang bermanfaat bagi orang lain, ataupun malah sebagai kejahatan yang berdampak buruk bagi seseorang. Setiap perbuatan kecil yang kita lakukan di platform digital, kita harus siap menaggung segala risiko yang akan terjadi kedepannya. Maka dari itu di platform digital ada istilah “jarimu harimaumu”. Tinggalkan komentar yang membangun jangan yang merendahkan.
Setiap orang pasti memiliki privasi yang tidak ingin diketahui orang lain. Jika ada seseorang yang dengan sengaja menyebarkan informasi pribadi orang lain dengan maksud tertentu, hal tersebut termasuk pelanggaran etika berat. Terlebih merekam orang lain tanpa izin juga termasuk pelanggaran etika, jika orang yang direkam tidak terima wajahnya menjadi tontonan publik. Tanpa disadari etika dalam komunikasi di platform digital sangatlah penting untuk diterapkan, agar tidak ada pihak yang dirugikan dalam menikmati fitur platform digital.
Menjadi pengguna platform digital yang bijak merupakan keharusan bagi setiap orang, menyaring informasi yang diterima serta mencari tau kebenarannya merupakan langkah awalnya. Berita hoax yang marak tersebar seringkali membuat masyarakat kebingungan akan kebenaran suatu berita. Informasi palsu yang terus bermunculan menambah keraguan masyarakat. Perlu adanya pengecekan secara mendalam terkait apapun yang diterima dari platform digital, agar tidak terbawa hasutan berita yang dilebih-lebihkan penyampaiannya.
Jadi, dalam penggunaan platform digital diperlukan kesadaran akan etika saat berkomentar dengan cara menghormati orang lain, menjaga sopan santun dalam berbahasa, memikirkan ulang pesan ataupun gambar yang akan dikirim, dipastikan kembali tidak menimbulkan konflik antar pengguna platform digital. Mengetahui betul risiko akan sesuatu yang dilakukan hari ini di platform digital pastinya memiliki dampak di masa mendatang. Menjaga privasi diri sendiri dan orang lain jangan asal menyebarkan hal-hal yang melanggar etika. Menyaring segala informasi yang diterima dan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Dengan begitu, kita akan menjadi orang yang beretika saat berinteraksi dengan orang lain di platform digital.
DAFTAR PUSTAKA
Sari, D. L. (2021). Etika Berkomunikasi dalam Era Digital. Djkn.Kemenkeu.Id. https://www.djkn.kemenkeu.go.id/kanwil-jakarta/baca-artikel/17076/Etika-Berkomunikasi-dalam-Era-Digital.html#:~:text=Dalam berkomunikasi digital%2C penting untuk,yang bersifat menyinggung atau menyerang
Nama : Eka Asti Nur Aini
Kelas : MBS 3A
NIM : 235211019
Komentar
Posting Komentar