Kontribusi CSR Huawei dalam Pendidikan Digital Generasi Muda di Era Society 5.0
Kontribusi CSR Huawei dalam Pendidikan Digital Generasi Muda di Era Society 5.0
Oleh
: Fadhil Arrasyid
UIN
Raden Mas Said Surakarta
Pada Januari 2016, Jepang memperkenalkan Fifth Basic Plan for Science and Technology
yang dikenal dengan istilah Society 5.0, yaitu masyarakat yang mengintegrasikan
teknologi canggih untuk menciptakan solusi berbasis kebutuhan individu.(Narvaez Rojas et al., 2021).
Pendidikan menjadi kunci utama dalam mewujudkan Society 5.0, tetapi di negara
berkembang seperti Indonesia, keterbatasan akses internet dan teknologi,
terutama di wilayah terpencil menjadi tantangan besar.
Untuk menjawab tantangan ini, program Corporate Social
Responsibility yang dijalankan oleh Huawei berperan penting. Melalui penyediaan
akses teknologi dan pelatihan digital, Huawei mendukung pembangunan talenta
digital generasi muda Indonesia, sekaligus menciptakan masyarakat inklusif serta
mampu berkompetisi di era Society 5.0.
Tranformasi
Pendidikan Digital
Society
5.0 adalah konsep masyarakat cerdas yang mengintegrasikan ruang fisik dan dunia
maya untuk mencapai keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan sosial. Konsep
ini fokus pada pemberdayaan manusia dengan memanfaatkan teknologi seperti AI, IoT,
big data dan pelayanan publik yang menunjang infrastruktur digital dan fisik(Narvaez Rojas et al., 2021). Berbeda dengan masyarakat informasi sebelumnya, Society 5.0
memanfaatkan data dalam memberikan solusi komprehensif di berbagai bidang,
seperti energi, transportasi, ekonomi, kesehatan, dan pendidikan(Deguchi et al., 2020).
Di sektor pendidikan sendiri memiliki peran sangat signifikan
sebagai pilar utama dalam mendukung terwujudnya Society 5.0, karena
keberhasilan transformasi ini ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusia
dalam beradaptasi dengan teknologi. Kemajuan teknologi membuka peluang untuk
meningkatkan pengalaman melalui platform daring, aplikasi mobile, dan perangkat
lunak inovatif yang mendukung proses belajar secara lebih efektif(Nur et al., 2022)
Tantangan Pendidikan Digital
Indonesia sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar di
dunia menghadapi tantangan besar dalam memastikan kesiapan pendidikan dalam menghadapi
era Society 5.0. Salah satu tantangan utama adalah ketimpangan akses terhadap
teknologi di sektor pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. Ketimpangan akses ini telihat dari sebuah
data, menurut BPS dari data Statistik Pendidikan Tahun 2023, sebanyak 33.227
sekolah memiliki fasilitas listrik tetapi belum terkoneksi dengan internet.
Sementara 7.552 sekolah bahkan belum memiliki akses listrik sama sekali. Di
sisi lain, hanya sekitar 66,79% siswa pada jenjang SMA yang berhasil
menyelesaikan pendidikan, dengan angka partisipasi pendidikan lebih rendah di
wilayah perdesaan dibandingkan perkotaan(Badan Pusat Statistik, 2023).
Peran CSR Huawei pada
Pendidikan di Indonesia
Untuk mengatasi kesenjangan teknologi, perusahaan global seperti
Huawei menunjukkan kepeduliannya melalui program CSR “I Do Care – One Heart for a Fully Connected and Prosperous Indonesia”,
Huawei berperan penting dalam mendukung visi Society 5.0 dengan menyediakan
infrastruktur digital dan konektivitas, khususnya sekolah di wilayah terpencil
seperti Sorong, Biak dan Papua Barat, serta panti asuhan di Indonesia.
Upaya CSR Huawei sejak 2022 menjadi langkah awal mengatasi
ketimpangan akses pendidikan, khususnya di kawasan timur Indonesia. Inisiatif
ini mendukung pembangunan infrastruktur dan konektivitas, menjadikannya acuan
penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era Society 5.0.
Pendidikan digital memerlukan integrasi teknologi canggih. Melalui
program Huawei TechDay 2023, Huawei dan Kemendikbudristek berkolaborasi
memanfaatkan AI dan layanan cloud dalam pendidikan tinggi. Dengan melibatkan
200 peserta dari kalangan mahasiswa dalam mengikuti pelatihan aplikasi AI yang
diselenggarakan oleh Huawei Asean Academy Indonesia, sebagai bagian dari
komitmen Huawei dalam mencetak 100.000 talenta TIK di Indonesia hingga 2025.
Program CSR Huawei pada tahun 2022, diikuti oleh inisiatif seperti
Huawei TechDay 2023, dapat berkontribusi pada peningkatan akses teknologi
pendidikan. Data 2024 menunjukkan tren positif, dengan 80,32% peserta didik
menggunakan internet dan rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 9,22 tahun,
melampaui target RPJMN 2024(Andriani, SE., MT, 2019). Dampak ini mencerminkan keberhasilan kolaborasi kebijakan
pemerintah dan CSR dalam mempercepat pemerataan pendidikan digital. Memperkuat
dan memperluas program serupa akan memastikan generasi muda memiliki peluang
yang sama untuk sukses di masa depan.
KESIMPULAN
Society 5.0 mengintegrasikan teknologi dalam menjawab
tantangan sosial dan ekonomi, dengan pendidikan sebagai kunci utama. Meski
tantangan ketimpangan akses teknologi masih ada, inisiatif CSR seperti program
Huawei telah berkontribusi dalam menyediakan infrastruktur digital dan
pelatihan. Dengan memperkuat program serupa, Indonesia dapat mempercepat
pemerataan pendidikan digital dan mempersiapkan generasi muda untuk bersaing di
era Society 5.0.
DAFTAR PUSTAKA
Andriani, SE., MT, I. (2019). Cover Depan. Jurnal
Transportasi Multimoda, 16(1).
https://doi.org/10.25104/mtm.v16i1.840
Badan Pusat Statistik.
(2023). Statistik Pendidikan 2023. Badan Pusat Statistik, 12,
i–242.
https://www.bps.go.id/id/publication/2022/11/25/a80bdf8c85bc28a4e6566661/statistik-pendidikan-2022.html
Deguchi, A., Hirai, C.,
Matsuoka, H., Nakano, T., Oshima, K., Tai, M., Tani, S., Shibasaki, R., Hori,
S., Kawamura, S., Akashi, Y., Hato, E., Ohkata, J., Warisawa, S., Nakajima, T.,
Ohashi, H., Watanabe, T., Karasawa, K., & Sameshima, S. (2020). Society
5.0: A People-Centric Super-Smart Society, Spinger Open 2020.
https://library.oapen.org/bitstream/handle/20.500.12657/41719/2020_Book_Society50.pdf?sequenc#page=59
Narvaez Rojas, C., Alomia
Peñafiel, G. A., Loaiza Buitrago, D. F., & Tavera Romero, C. A. (2021).
Society 5.0: A Japanese concept for a superintelligent society. Sustainability
(Switzerland), 13(12). https://doi.org/10.3390/su13126567
Nur, S. A., Mahya2, A. F.
P., & Santoso3, G. (2022). Revolusi Pendidikan di Era Society 5.0;
Pembelajaran, Tantangan, Peluang, Akses, Dan Keterampilan Teknologi. Jurnal
Pendidikan Transformatif (Jupetra), Vol. 01 No, 18–28.
Komentar
Posting Komentar