KRISIS ETIKA, TANTANGAN DAN PELUANG DALAM BISNIS ISLAM DI ERA SOCIETY 5.0 - ROSITA ZELIYANTY - 235211192 - MBS3E

Etika bisnis adalah cabang dari etika yang membahas prinsip-prinsip moral yang mengatur perilaku dalam dunia bisnis. Menurut Velasquez, etika bisnis adalah studi tentang standar moral yang diterapkan pada institusi, organisasi, dan perilaku dalam aktivitas bisnis. Etika ini memberikan panduan bagi perusahaan untuk bertindak sesuai dengan nilai-nilai yang diterima secara umum, seperti keadilan, kejujuran, tanggung jawab, dan integritas. Sementara Crane dan Matten menyatakan bahwa etika bisnis adalah penerapan standar etis dalam keputusan dan tindakan yang diambil oleh individu maupun organisasi bisnis. Dengan kata lain, etika bisnis membantu memastikan bahwa keputusan bisnis tidak hanya berdasarkan pertimbangan ekonomi, tetapi juga memperhitungkan dampaknya terhadap stakeholder lainnya (Bisnis et al., 2024). Etika Bisnis Islam adalah akhlak/perilaku dalam menjalankan bisnis yang tidak terpisah dari nilai-nilai syariah dan lebih menekankan konsep halal dan haram sesuai dengan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Etika Bisnis Islam yang masyarakat terapkan mengikuti batasan atau norma-norma yang diajarkan dalam Islam. Namun, sesungguhnya Etika Bisnis Islam memiliki fokus pada penentuan kebebasan manusia dalam bertindak serta tanggung jawab yang muncul dari kepercayaan kepada kekuasaan Allah subhanahu wa ta’ala. Meski begitu, kebebasan ini tidak bersifat absolut. Jika kebebasan manusia dianggap mutlak, maka hal tersebut akan berpotensi pada ketidaksopanan menyaigi kekuasaan Allah SWT sebagai pencipta segala makhluk, termasuk manusia itu sendiri (Hushein, 2023). Etika bisnis membantu merumuskan dan menerapkan prinsip dasar etika dalam hubungan ekonomi antara berbagai pihak dalam bisnis. Penting untuk organisasi, etika bisnis menjaga agar perusahaan beroperasi sesuai hukum dan mendapatkan penghormatan dari pihak terkait. Perusahaan yang menerapkan etika bisnis yang baik cenderung memiliki karyawan berkualitas, karena mereka diperlakukan sesuai standar etika, yang berdampak positif pada kinerja. Penerapan etika bisnis juga mendukung hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan dan meningkatkan kualitas merek. Namun, banyak bisnis kini tumbuh tanpa dasar etika, menyebabkan krisis pemahaman etika dan munculnya whistleblower serta gugatan pengadilan. Pemimpin seharusnya memimpin penerapan etika dalam pengambilan keputusan. Contoh buruk adalah perusahaan Theranos yang melanggar etika dengan menipu investor dan pasien, mengejar keuntungan dengan merugikan orang lain (Ali et al., 2022).

Society 5.0 adalah konsep yang berasal dari Jepang. Sebuah konsep yang menunjukkan evolusi masyarakat berdasarkan peran teknologi. Sebelumnya terdapat Society 1.0 yang berfokus pada pertanian, Society 2.0 yang mengalami revolusi industri, Society 3.0 yang mengenal internet, dan Society 4.0 yang menggabungkan kecerdasan buatan dan teknologi canggih. Yang membedakan Society 5.0 adalah fokus pada kemanusiaan, dengan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), dan big data digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengatasi masalah sosial. Di sektor kesehatan, misalnya, robot medis dengan AI membantu prosedur bedah yang meningkatkan akurasi. Konsep “smart city” juga diutamakan, di mana teknologi digunakan untuk mengelola sumber daya dan memberikan layanan publik yang lebih baik (marketing, 2023). Koneksi tanpa batas lewat IoT, penggunaan AI untuk analisis data, serta integrasi teknologi dalam industri dan kota merupakan aspek penting Society 5.0. Di samping itu, diharapkan kontribusi masyarakat dalam pengembangan solusi teknologi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam dunia pendidikan yang lebih terjangkau. Society 5.0 adalah gambaran masa depan di mana teknologi memberikan solusi untuk masalah sosial dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan (marketing, 2023).

 Di era Society 5.0, yang ditandai oleh penggabungan teknologi canggih seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi, muncul berbagai tantangan etika yang mempengaruhi bisnis Islam. Krisis etika merujuk pada isu atau dilema moral yang muncul selama pelaksanaan suatu kegiatan atau kebijakan, terutama ketika terdapat ketidaksesuaian antara tindakan atau keputusan dengan nilai-nilai etika yang secara umum diterima dalam masyarakat. Dalam konteks bisnis Islam, krisis etika ini terkait dengan penerapan prinsip-prinsip moral dan syariah dalam aktivitas ekonomi, yang bertujuan untuk menjamin bahwa seluruh kegiatan bisnis berlangsung sesuai dengan ajaran Islam, seperti keadilan, transparansi, dan tidak adanya eksploitasi. Krisis etika dalam bisnis disebabkan oleh beberapa faktor yang berkaitan dengan motivasi individu, kebijakan perusahaan, kurangnya pengawasan, tekanan eksternal, dan ketidaktahuan tentang prinsip etika yang benar. Dalam konteks bisnis Islam, sangat penting untuk menanamkan nilai-nilai moral dan syariah dalam setiap aspek operasional bisnis, agar dapat terhindar dari krisis etika dan menjalankan usaha dengan prinsip yang adil, transparan, dan bermanfaat bagi umat manusia.

 Salah satu halangan yang dihadapi dalam dunia bisnis di era society 5. 0 adalah meningkatnya transaksi secara online/digital yang berpotensi terjadinya penipuan serta pencurian data. Transaksi secara online/digital yang dilakukan di platform online bisa membuat konsumen lebih mudah terkena risiko penipuan dan pencurian data. Ini terjadi karena pembeli tidak dapat untuk bertemu dan berinteraksi secara langsung dengan penjual, serta tidak dapat melihat secara fisik produk atau jasa yang ingin dibelinya. Tantangan bisnis yang lain berhubungan dengan kemajuan kecerdasan buatan (AI) yang memiliki kemungkinan untuk menggantikan tenaga manusia. AI adalah teknologi yang dapat meniru kecerdasan manusia dalam berpikir, bertindak, dan belajar. Pertumbuhan teknologi AI memiliki potensi untuk menyebabkan rendahnya lowongan pekerjaan bagi manusia, sebab AI mungkin mengambil alih tugas-tugas yang sebelumnya dikerjakan oleh individu, khususnya di sektor transportasi, manufaktur, dan layanan pelanggan. Selain itu, perubahan perilaku konsumen juga menjadi tantangan bagi pelaku bisnis di era society 5.0. Konsumen semakin menuntut produk serta layanan yang berkelanjutan. Pergeseran ini dipacu oleh meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan (Hushein, 2023).

Di Era Society 5.0, banyak tantangan yang melanda, namun juga memiliki peluang besar bagi bisnis syariah untuk tumbuh dengan memanfaatkan teknologi canggih. Bisnis syariah di era ini harus menghadapi krisis etika dengan berfokus pada prinsip moral yang adil, transparan, dan mengutamakan kesejahteraan masyarakat. Tantangan seperti peraturan yang tidak memadai dan integrasi teknologi dengan prinsip-prinsip Islam perlu diatasi dengan kebijakan yang tepat, sementara peluang seperti inovasi dalam fintech syariah, pemberdayaan ekonomi digital, dan pengembangan e-commerce halal membuka jalan menuju pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. dalam bidang bisnis Islam (Rosmayati et al., 2024)

Kesimpulan

 Etika bisnis adalah cabang dari etika yang membahas prinsip-prinsip moral untuk mengatur perilaku dalam dunia bisnis. Etika bisnis memberikan panduan bagi perusahaan agar bertindak sesuai dengan nilai yang diterima, seperti keadilan dan kejujuran. Etika Bisnis Islam menekankan pada nilai-nilai syariah, mengutamakan konsep halal dan haram, serta melakukan tindakan yang bertanggung jawab sesuai perintah Allah. Meskipun ada kebebasan dalam bertindak, kebebasan ini terbatas agar tidak menyaingi kekuasaan Allah. Etika bisnis penting bagi organisasi dalam menjaga operasional sesuai hukum dan membantu perusahaan mendapatkan penghormatan. Perusahaan yang menerapkan etika bisnis cenderung memiliki karyawan berkualitas dan hubungan baik dengan pelanggan. Namun, banyak perusahaan saat ini tumbuh tanpa dasar etika, yang menyebabkan krisis pemahaman etika dan munculnya whistleblower. Pemimpin harus menunjukkan contoh etika dalam pengambilan keputusan. Society 5. 0 adalah konsep dari Jepang yang menekankan peran teknologi dalam evolusi masyarakat. Dalam Society 5. 0, teknologi seperti AI dan IoT digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup dan menyelesaikan masalah sosial. Contohnya, robot medis dengan AI meningkatkan akurasi dalam prosedur bedah. Konsep kota pintar juga ditekankan untuk mengelola sumber daya dengan lebih baik. Di era ini, tantangan etika muncul yang mempengaruhi bisnis Islam. Krisis etika terjadi ketika ada ketidaksesuaian antara tindakan dan nilai-nilai etika. Dalam bisnis Islam, penting untuk menerapkan prinsip moral dan syariah agar bisnis berjalan sesuai ajaran Islam. Krisis etika bisa disebabkan oleh motivasi individu, kebijakan perusahaan, dan kurangnya pengawasan. Tantangan bisnis di era Society 5. 0 termasuk meningkatnya transaksi digital yang dapat berisiko terhadap penipuan dan pencurian data. Kemajuan AI juga bisa menyebabkan penggantian tenaga kerja manusia. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang semakin menuntut produk dan layanan berkelanjutan perlu dihadapi. Namun, ada peluang bagi bisnis syariah untuk bertumbuh dengan teknologi canggih, fokus pada prinsip moral, dan mengatasi tantangan dengan kebijakan yang tepat serta inovasi dalam fintech syariah dan e-commerce halal.

Daftar Rujukan

Ali, K., Mudyanasari, T., & Antika, D. K. (2022). Krisis etika dalam praktik bisnis berorientasi profitabilitas (studi kasus theranos). Oetoesan-Hindia: Telaah Pemikiran Kebangsaan, 4(1), 1–10. https://doi.org/10.34199/oh.v4i1.105

Bisnis, E., Anam, C., Chyan, P., & Santoso, B. (2024). Etika Bisnis Di Era Society 5.0.

Hushein, I. A. (2023). Etika Bisnis Islan Dalam Era Revolusi Industri 5.0. ICHES: International Conference on Humanity Education and Sosial, 2(1), 11.

marketing. (2023). Era Society 5.0: Era Kedewasaan Teknologi dan Kemanusiaan. https://undiknas.ac.id/2023/09/era-society-5-0-era-kedewasaan-teknologi-dan-kemanusiaan/

Rosmayati, siti, Mualana, A., & Gunadi Trida. (2024). Peluang Dan Tantangan Ekonomi Bisnis Dan Kesehatan Di Era Society 5.0. 15(1), 113–130.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan