LOYALITAS KARYAWAN DAMPAK MORALITAS MANAJERIAL YANG BAIK
Loyalitas Karyawan Dampak Moralitas
Manajerial Yang Baik
Oleh : Hilma Yuniar Islahdiyah
Memberikan apresiasi kepada seseorang atas pencapaiannya merupakan suatu hal yang terlihat mudah namun tidak semua orang dapat melakukannya. Hal ini dapat dibentuk melalui kebiasaan atau budaya yang telah terbentuk dalam suatu lingkungan. Dalam praktiknya, sebuah perusahaan diharapkan untuk memiliki budaya tersebut melalui pelaksanaan kewajibannya untuk memenuhi hak karyawannya. Gaji, tunjangan, keselamatan kerja, perlindungan dan asuransi serta cuti dan jam kerja yang ideal.
Sering kita sebut sebagai hal dasar yang memang seharusnya dilakukan perusahaan untuk melaksanakan tanggungjawabnya dalam memenuhi hak karyawan. Seperti yang telah diatur dalam Pasal 88 Ayat 1 PERPU No. 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja yang berbunyi “Setiap Pekerja/Buruh berhak atas penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Hal ini menjadi pedoman bagi perusahaan untuk melakukan kewajibannya, yang kemudian selengkapnya diatur dalam ketentuan peraturan perusahaan.
Melihat dari kacamata perusahaan, hal ini merupakan upaya yang baik untuk memberikan citra yang baik disamping menghasilkan profit untuk perusahaan. Selain perusahaan yang menginginkan haknya terkait memperoleh laba dan melaksanakan operasional perusahaan, tentunya hal ini tidak hanya serta merta diperoleh begitu saja tanpa melakukan kewajibannya terlebih dahulu. Mengapa demikian? Sebagian kecil dari para manajer yang memiliki pemikiran immoral tentu akan berpikir bahwa hal ini akan menyusahkan. Tetapi, pada dasarnya hal ini merupakan basic manner yang harus dimiliki perusahaan untuk mempertahankan karyawannya.
Ungkapan Kasih Sayang
Selayaknya pasangan, hubungan antara perusahaan dan karyawan merupakan sebuah kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dalam meromantisasi hubungan ini, tentu perusahaan tidak hanya diam dan membiarkan pasangannya begitu saja, Ia tentu melaksanakan kewajibannya. Perusahaan memiliki daftar hak karyawan yang harus mereka penuhi, seperti upah, fasilitas kerja yang memadai, waktu istirahat, cuti serta tunjangan dan asuransi. Beberapa hal seperti upah, cuti dan tunjangan yang lain telah diatur sesuai kesepakatan antara pihak perusahaan dengan pihak pekerja. Biasanya, sering disebut perjanjian kerja bersama antara pihak perusahaan dengan pihak pekerja yang diwakilkan oleh serikat pekerja.
Bartolomeus Galih dalam ”OPINI: Loyalitas Karyawan, Apresiasi atau Eksploitasi?” di Harian Jogja (23/02/24) menyebutkan bahwa kesetiaan bisa menjadi kekuatan yang mempererat ikatan karyawan dan perusahaan. Situasi dimana saling percaya dan setia inilah yang diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk mempertahankan hubungan harmonis antara karyawan dan perusahaan. Seperti pepatah mengatakan, sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui. Begitu pula bagaimana perusahaan memenuhi tanggungjawabnya juga mempertahankan hubungannya.
Hal yang sama juga diharapkan bila dilihat dari kacamata karyawan. Mereka bekerja dan menunjukkan loyalitas dan kesetiaan mereka terhadap perusahaan dengan harapan memperoleh hak mereka secara adil dan penuh. Mengingat banyaknya kasus eksploitasi karyawan oleh beberapa oknum perusahaan yang tidak bertanggungjawab, sehingga menyebabkan hadirnya isu kepercayaan dari karyawan terhadap perusahaan.
Tentu saja, masalah tersebut tidak akan kita jumpai dalam perusahaan yang memiliki moral dalam setiap aspek manajerialnya. Kesetiaan karyawan akan dihargai dan diberikan apresiasi yang sepadan dengan usaha yang mereka lakukan. Dampaknya, kedua belah pihak akan berada dalam situasi yang harmonis, damai dan merasa saling menguntungkan. Karyawan menjadi semakin loyal dan termotivasi untuk mendedikasikan kesetiaannya pada perusahaan, karena usahanya tidak akan terbuang sia-sia.
Pada akhirnya, kunci kesetiaan bukanlah suatu hal yang besar, melainkan hal sederhana selayaknya mengapresiasi. Moral atau kebiasaan baik ini haruslah terus dilestarikan untuk membentuk lingkungan yang nyaman bagi seluruh lini pekerja di perusahaan. Tumbuh menjadi kesatuan untuk meraih tujuan bersama dan berkembang menjadi yang lebih baik di masa depan yang merupakan harapan untuk semua pihak.
Komentar
Posting Komentar