Model-Model Etika Bisnis Islam

  Model-Model Etika Bisnis Islam      

 Oleh : Laila Khalida Purnama

Manajemen Bisnis Syariah

 

Secara etimologis etika bersaal dari kata Yunani esokos yang berarti etika mempunyai arti gandaBeberapa prinsip memiliki pengertian etika yang pertamayaitu menjadi analisis terhadap konsep-konsep misalnya kesesuaian, keharusan, kewajiban,aturan moral, benar salah, kesesuaian tugas dan tanggung jawab. Arti yang kedua mengacu dalamkarakter moral. Arti ketiga yaitu terwujudnyakehidupan yang baik beretika dan bermoral. Etika merupakan satu jenis filsafat moral, tujuan etikaadalah moralitas. Etika meliputi pembedaan norma dan kegiatan yang baik dan burukanggaran-anggaranyang mengatur kegiatan tadi, dan nilai yang dijunjungatau dijalankan melalui aktivitas dan praktikKemudian etika diartikan menjadi seperangkat prinsipmoral yang membedakan makna yang sahih dan yang galat.

 

Bisnis merupakan pertukaran barangjasaatau uang yang menguntungkanMenurut Harfiahbisnis berartijual beli barang dan jasa”. Bisnis akan terus berlanjutKetika terdapat saling ketergantungan antar individupeluang internasional, dan bisnis untukmemepertahankan dan meningatkan standar hidupBisnis juga dapat dipahami menggunakan aktivitasyaitu seperti bisnis Perusahaan dan institusi Tunggal untuk mendapatkan keuntungan dan memnuhikebutuhan. Bisnis bisa dilakukan dengan tujuanmemperoleh keuntunganmenjamin kelangsunganhidupberkembang secara sosial, dan tanggung jawab.

 

Etika bisnis Islam adalah moralitas dalam berbisnisyang sesuai dengan nilai nilai islam, dan para praktisitidak perlu khawatir Ketika berbisnis karena etikabisnis Islam dianggap baik dan benar. Nilai-nilai etika, moral, etika atau akhlak merupakan nilai-nilai yang mendorong manusia menajdi individu seutuhnyaKejujurankeberaniankeadilankebebasankebahagiaancinta, dan lain-lain. Ketika nilai-nlaietika ini dipraktikkanmaka umat manusia secarakeseluruhan menjadi utuh.

 

 

 

Ada beberapa model etika bisnis Islam, yang pertamaadalah manajemen immamoral yang merupakan model manajemen tingkat paling rendah pada menerapkanprinsip-prinsip etika bisnisManajer dengan tipekepemimpinan misalnya untuk membarui moral samasekali pada organisasinya atau pada cara merekamenjalankan pekerjaanyaPengusaha yang termasukpada tipe ini biasanya adalah individu atau kelompokyang memanfaatkan kelemahan atau kelalaianmasyarakat untuk keuntunganya sendiriKelompokkepemimpinan ini selalu menghindari apa yang dianggap dengan etikaDokumen aturan dipercayamenjadi hambatan pada menjalankan Perusahaan.Keduaini adalah manajemen yang tidak bermoraltingkatan kedua pada penerapan etika moral padamanjemen merupakan manajemen non moral. Berbedadengan manajemen jenis ini sebenarnya tidakmemilikki pengetahuan tentang etika atau moralitas. Ada dua jenis manajemen tidak etis lainya. Salah satunya juga berlangsung pada pengambilanKeputusan bisnisYang ketiga manajemen moral, penerapan nilai etika atau moralitas yang paling tinggidalam bisnis adalah manajemen moral. Etika kepemimpinan menetapkan nilai etika dan moral pada standar tertinggi dari segala perilaku dan kepatuhanterhadap aturan yang berlakuNamun kita juga terbiasa menempatkan prinsip etika dalamkepemimpinanManajer yang termasuk dalam tipe iniingin mendapatkan keuntungan dari perusahaanyanamun hanya jika Perusahaan yang dijalankanberbadan hukum dan meiliki komitmen yang kuatterhadap kepentingan Masyarakat yang adasepertikomitmen terhadap keadilanintegritas, dan kepatuhanterhadap undang-undang yang ada.

 

Ada beberapa sumber nilai etika bisnisPertama, Agama. Etika bermula terutama pada ajaran agama, terutama ajaran tentang benar dan salah serta moralitasdalam perilaku dan perilaku ekonomiKarena alasaninibanyak ajaran dan wawasan ekonomi barat didasarkan pada alkitab, dan Sebagian besar etikabisnis yahudi didasarkan pada tauratBegitu pula dengan etika bisnis islam yang tercantum lebih dariseperlima ayat Al-Quran. Etika bisnis islam menjagasemangat kekeluargaan antara pemilik Perusahaan dan karyawanMisalnya pada Perusahaan syariah, gajikaryawan dikurangi jika memang mengalamikerugian, dan bonus diberikan jika keuntunganmeningkatKeduaada filsafat. Penerapan Doktrinyaitu penerapan doktrin yang diajarkan dan dikembangkan lebih dari 200 tahun yang laluAjaranini sangat kompleksmuncul dari berbagai pemikiranpara filosof tersebut dan berkembang selama bertahun-tahunKetigabudayaKriteria penting lainya yang dapat dijalankan standar etika bisnis adalahpengembangan pengalaman budaya. Ini adalah budayanasional dan budaya yang berasal dari berbagai negara (Cracken, 1986). Perubahan budaya menciptakan nilaiaturan, dan standar yang diterima oleh komunitas yang lebih luasKebudayaan adalah suatu sistem nilai dan norma yang diberikan kepada suatu kelompokmanusia atau Masyarakat, serta etika yang disepakatiatau disetujui secara Bersama sebagai landasankehidupan (Rusdin, 2002). KeempathukumHkummerupakan seperangkat peraturan yang ditetapkanoleh pemerintah untuk menjamin kelangsunganbangsa dan negara. Undang-undang ini berupa untukmenbatur dan mendorong pemebenahan terhadap apayang dianggap burujguna menentukan ekspektasi etisyang diharapkan dalam Masyarakat dan mencegahsegala pelanggaran yang tentunya etis. Hal ini karenaundang-undang biasanya disahkan setelah terjadipelanggaran di Masyarakat.

 

Etika bisnis Islam memiliki beberapa tujuan. Tujuan umum etika bisnis islam adalah penting pada konteksbisnis profisionalShasata menjelaskanetika bisnisIslam mempunyai fungsi penting untuk meningkatkankualifikasi para pelaku bisnis. Kode etik islammengaturberbagai dan menanamkam metode bisnispada kerangka ajaran Islam. Berikut beberapa tujuanetika bisnis Islam, membangun memberikan dasarhukum untuk membebankan tanggung jawab kepadaPerusahaan. Mampu menyelesaikan perselisihanbisnis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan