APA AJA SIH PRINSIP-PRINSIP DALAM ETIKA BISNIS

 By Helmi Zufar

 Berbisnis itu tidak cuma menjual dan membeli untuk mencapai keuntungan finansial aja. Dalam berbisnis, kita harus memerhatikan banyak hal, seperti sebuah Perusahaan dituntut untuk yang namanya bertanggungjawab, tidak hanya kepada pemilik Perusahaan, tapi juga kepada Masyarakat luas, lingkungan, dan masih banyak lagi.

 Tadi yang saya sebutkan itu termasuk prinsip prinsip dalam etika bisnis. Emangnya beretika dalam bisnis penting? Apakah berdampak besar dalam berbisnis? Nah kali ini saya akan menjelaskan apa itu prinsip prinsip etika bisnis dan apa saja prinsip prinsip dalam etika bisnis. Yuk disimak baik baik yaa.

 Jadi, prinsip etika bisnis itu sebuah pedoman suatu moral atau nilai nilai dasar yang digunakan dalam menjalankan suatu aktivitas bisnis. Prinsip ini berfungsi sebagai apa? Berfungsi sebagai panduan untuk memastikan bahwa keputusan dan tindakan bisnis ini dilakukan secara etis, bertanggung jawab, adil, sesuai dengan norma hukum, sosial, dan kepentingan semua pihak yang terlibat. Prinsip ini tidak hanya berlaku dalam hubungan internal saja, tetapi juga mencakupi hubungan eksternal. Berikut prinsip prinsip dalam etika bisnis.

PRINSIP PRINSIP DALAM ETIKA BISNIS:

KEJUJURAN (HONESTY)

Kejujuran itu penting dalam berbisnis. Kejujuran yang perlu dipertimbangkan adalah Ketika menambahkan deskripsi mengenai item yang dijual, karena akan sangat fatal jika konsumen menerima barang yang tidak sesuai. Tidak bisa dimungkiri, selalu ada banyak perusahaan besar yang diam diam melaukan kecurangan. Perusahaan yang seperti itu biasanya hanya dapat bertahan selama tidak terungkap ke publik dan kejujuran dalam berbisnis itu banyak dampaknya, seperti terjaganya nama baik bisnis atau Perusahaan, membuat para pelanggan setia, dan bisa memperpanjang usia bisnis. Jadi dalam berbisnis itu kita harus yang namanya jujur, karena setiap tindakan atau keputusan itu apalagi dalam berbisnis harus didasarkan dengan kejujuran. Contohnya, tidak memberikan laporan keuangan yang palsu dan membohongi pembeli dengan menyembunyikan atau menipu kualitas produk.


KEADILAN (FAIRNESS)

Selanjutnya adalah keadilan. Keadilan pada umumnya yaitu keadaan atau situasi yang mana setiap orang mendapatkan bagian yang setara atau yang sesuai. Bertindak adil berarti menghormati dan melindungi martabat. Masalah keadilan berkaitan secara timbal balik dengan kegiatan bisnis, dan sebaliknya apabila ketidakadilan yang tak terkendali akan menimbulkan goncangan sosial yang meresahkan para pelaku bisnis Yang namanya perusahaan itu harus adil atau memperlakukan semua pihak dengan setara, tanpa diskriminasi atau eksploitasi kepada karyawan, pelanggan, komunitas dan lain lain. Contohnya, membayar upah gaji yang sesuai dengan standar yang berlaku tidak menguranginya tanpa sebab.


TANGGUNG JAWAB (RESPONSIBILITY).

Apakah tanggung jawab itu penting? Penting dong. Karena setiap orang itu bertanggung jawab atas setiap keputusannya, baik dalam lingkungan, Masyarakat, maupun berbisnis. Tanggungjawab dalam etika bisnis merupakan komitmen perusahaan untuk menjalankan bisnis dengan baik, adil, dan bertanggung jawab. Etika bisnis tidak hanya mematuhi hukum yang ada, tetapi juga tentang membangun kepercayaan dan reputasi yang baik. Ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menerapkan etika tanggung jawab dalam berbisnis yaitu dengan memperlakukan karyawan dengan adil,memberikan gaji yang layak dan sesuai, menghormati HAM (Hak Asasi Manusia),memberikan pelatihan etika dan sebagainya. Tanggung jawab sosial perusahan (Coporate Social Responsibility / CSR) adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap seluruh pemangku kepentingan, seperti pelanggan, kreditor, pemegang saham,karyawan, lingkungan, dan komunitasnya.


INTEGRITAS (INTEGRITY)

Apa itu integritas? Gampamgannya adalah kita menjaga konsistensi antara nilai moral, prinsip, dan Tindakan. Prinsip ini menuntuk pelaku bisnis untuk tidak merugikan semua pihak dalam pengambilan tindakan ataupun keputusan bisnis. Integritas dalam etika bisnis dapat diwujudkan dalam beberapa aspek, seperti konsistensi nilai, kesesuaian dengan standar etika, kejujuran dalam komunikasi, pemenuhan janji dan komitmen, dan keteladanan pemimpin. Integritas sangat penting karena dapat membangun reputasi perusahaan. Reputasi yang baik tidak dapat dibeli, tetapi harus diperoleh melalui Tindakan yang konsisten. Contohnya seperti, menolak suap atau korupsi dalam berbisnis.


KEPEDULIAN (RESPECT).

Kepedulian atau sifat peduli itu penting lho, apalagi dalam beretika bisnis. Kepedulian etika bisnis merupakan prinsip yang mana seorang pengusaha menunjukkan simpati, dan kebaikan hatinya. Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan memahami bahwa Keputusan yang diambil tidak hanya berdampak pada Perusahaan yang diambilnya tidak hanya berdampak pada perusahaan, tetapi juga ke yang lainnya. Untuk itu, seorang pengusaha harus memiliki kemampuan berempati terhadap lingkungan sekitarnya. Karena dalam Perusahaan kita itu harus menghormati kebutuhan dan hak termasuk karyawan, pelanggan, dan lain lain. Contohnya seperti, mendengarkan umpan balik konsumen untuk memperbaiki layanan.


TRANSPARANSI (TRANSPARENCY).

Pengertian dari prinsip ini adalah keterbukaan dalam mengungkapkan informasi dan proses pengambilan Keputusan yang relevan dan material secara akurat. Prinsip ini memiliki tujuan yang penting yaitu untuk membangun kepercayaan dengan pelanggan,karyawan, dan mitra bisnis. Transparansi atau yang bisa disebut keterbukaan juga bisa berarti informasi yang cukup berkaitan dengan kinerja Perusahaan yang tersedia dan disajikan dalam bentuk media yang mudah dipahami pemangku kepentingan Perusahaan. Contohnya seperti, perusahaan mengumumkan laporan keuangan secara jujur kepada investor.


KEPATUHAN TERHADAP HUKUM (COMPLIANCE).

Prinsip ini merupakan kesadaran perusahaan untuk mematuhi hukum yang sudah berlaku. Dalam dunia bisnis, hukum berperan penting dalam membentuk praktik bisnis yang bertanggung jawab dan etis, Hukum kontrak merupukan salah satunya, yang mana dapat mengatur hubungan antara pihak yang terlibat dalam transaksi bisnis. Setiap aktivitas bisnis harus seuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku, baik local maupun international. Contohnya seperti, perusahaan membayar pajak dengan benar dan tidak melanggar peraturan ketenagakerjaan.


KOMITMEN TERHADAP KUALITAS (COMMITMENT TO QUALITY).

Ini merupakan prinsip akuntabilitas yang mana mengharuskan bisnis berkomitmen terhadap kualitas etis dari semua Tindakan, Keputusan, dan hubungan yang dilakukan. Prinsip ini juga menekankan bahwa Perusahaan harus memberikan produk atau layanan yang berkualitas ke pelanggan. Komitmen terhadap kualitas mencakupi pemenuhan standa produk, pelayanan prima, dan Upaya untuk selalu meningkatkan kualitas secara berkesinambungan. Perusahaan juga harus menjaga kualitas produk dan layanan yang dihasilkan, sesuai dengan janji yang diberikan kepada konsumen. Contohnya seperti, tidak menjual produk cacat atau yang berpotensi membahayakan.


KEBERLANJUTAN (SUBSTAINABILITY).

Keberlanjutan ini merupakan bentuk tanggung jawab dalam pembuatan Keputusan strategi bisnis yang keberlanjutan. Konsep ini menekankan pentingnya menjalankan bisnis dengan cara yang tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek tapi juga jangka panjang, dan mempertimbangkan dampaknya. Aspek utamanya bisa dari lingkungan, ekonomi, dan sosial. Contohnya seperti, mengurangi penggunaan plastic dan beralih ke bahan yang lebih ramah lingkungan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan