Pentingnya Penerapan Etika Bisnis Islam oleh Penjual Online Shop
Pentingnya Penerapan Etika Bisnis Islam
oleh Penjual Online Shop
Oleh:
Sabrina Assyfa Putri
Banyaknya
kasus penipuan online menyebabkan kerugian masyarakat saat ini. Dunia
bisnis sekarang ini telah banyak berkembang dan mengalami perubahan yang
signifikan. Terlebih di dunia yang serba teknologi saat ini telah memberikan
banyak inovasi dalam perkembangan sebuah bisnis. Bisnis online saat ini
banyak diminati oleh orang-orang. Dalam praktiknya bisnis ini banyak memberikan
kemudahan-kemudahan bagi para pelanggan. Kemudahan yang diberikan, seperti pembayaran
online melalui transfer dan COD, gratis ongkir, dan masih banyak lagi.
Meskipun
banyak kemudahan yang ditawarkan namun masih marak terjadi penipuan. Hal ini
salah satunya disebabkan karena kurangnya pemahaman tentang etika bisnis yang
sesuai dengan syariah. Oknum-oknum yang melakukan penipuan biasanya hanya mementingkan
keuntungan semata. Biasanya orang akan ditawarkan harga yang murah dan
diperlihatkan gambar produk yang bagus. Namun, ketika barang tersebut datang tidak
seperti yang diharapkan, bahkan berbeda dari gambar yang diberikan.
Maraknya
penipuan ini tidak lain salah satunya disebabkan karena kurangnya pengetahuan owner
bisnis online tentang pentingnya menerapkan etika bisnis yang sesuai
dengan syariah. Dengan mengetahui tentang etika bisnis yang sesuai syariah maka
orientasi usaha online yang dijalankan tidak hanya berfokus pada harta
duniawi saja, melainkan juga memerhatikan bagaimana agar bisnis yang mereka
jalankan mendapatkan keridhoan Allah dan membawa kebermanfaatan bagi
orang lain.
Jika
menilik jauh ke belakang Nabi Muhammad telah mengajarkan bagaimana berbisnis
sesuai dengan etika keislaman. Menurut Ruslang
et al. (2020), menjelaskan bahwa etika
bisnis yang Nabi Muhammad gunakan selalu melakukan praktik bisnis yang baik,
antara lain: kejujuran, amanah, tepat menimbang, menjauhi praktik gharar, tidak
melakukan penimbunan barang (ikhtikar), tidak melakukan penipuan (al
ghabn) dan kecurangan (tadlis) dan saling menguntungkan.
Berdasarkan
hal tersebut maka, aspek pertama yang harus diterapkan dalam sebuah bisnis
adalah adanya kejujuran dalam proses transaksi bisnis itu sendiri. Kejujuran
menjadi hal penting karena pembeli akan lebih percaya ketika membeli dari
penjual yang jujur. Mengutip dari Wulandari
et al. (2014), bahwa Nabi Muhammad pun
mengajarkan dalam hadisnya bahwa:
“Tidak
dibenarkan seorang muslim menjual barang yang mempunyai aib kecuali ia
menjelaskan aibnya”.
Berdasarkan
hal tersebut dapat diketahui bahwa seorang penjual harus berlaku jujur kepada
para pelanggannya dengan mengatakan bagaimana pun kondisi barang yang dijual,
baik dalam kondisi baik ataupun ada cacat sedikit pun. Dalam penerapannya owner
bisnis online bisa memberikan penjelasan tentang keadaan produknya di
deskripsi produk atau bisa dengan memfoto bagian barang yang catat untuk
kemudian di tampilkan pada online shop.
Selain
kejujuran, aspek selanjutnya yang perlu diperhatikan yaitu amanah. Seorang
penjual harus dapat dipercaya karena dengan begitu pembeli akan merasa aman dan
menaruh kepercayaan kepada produk yang mereka beli. Hal ini juga bisa membuat
pembeli kembali membeli di toko yang sama, karena mereka merasa puas dengan apa
yang mereka beli. Penjual juga harus memberikan ukuran sesuai yang diminta
pembeli, tidak menambah atau menguranginya meskipun hanya sedikit.
Aspek
lainnya yang perlu diterapkan, seperti yang telah disebutkan di atas yaitu
menjauhi gharar (ketidakjelasan), ikhtikar (menimbun barang), penipuan,
dan kecurangan. Semua ini penting agar jual beli yang kita lakukan bisa
mendapatkan keridhoan Allah Swt.
Maraknya
bisnis online menunjukkan adanya perkembangan teknologi yang pesat. Banyak
orang berlomba-lomba dalam mengembangkan
bisnisnya menjadi bisnis online. Bisnis online pun banyak digemari oleh
masyarakat karena selain prosesnya yang mudah pembeli tidak perlu keluar rumah
untuk membeli sesuatu yang diinginkan. Mereka hanya perlu duduk di rumah dan
menunggu pesanannya datang. Walaupun menawarkan banyak kemudahan bagi pembeli,
namun tidak menutup kemungkinan terjadinya penipuan. Pembeli tidak bisa melihat
secara langsung barang yang ingin dibeli. Mereka hanya bisa melihat melalui
gambar yang disajikan di marketplace, yang kadang tidak sesuai dengan
aslinya. Oleh karena itu, etika bisnis Islam penting untuk diketahui oleh
penjual ataupun orang yang ingin memulai sebuah usaha. Karena dengan mengetahui
tentang etika bisnis Islam, bisnis yang mereka lakukan tidak hanya berorientasi
untuk mendapatkan keuntungan saja, tapi juga mementingkan bagaimana mendapatkan
keridhoan Allah Swt.
Komentar
Posting Komentar