PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DI ERA SOCIETY 5.0

 

PERAN TEKNOLOGI DALAM MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL DI ERA SOCIETY 5.0

Muhammad Hilaluddin Al Mursyid

            Kita sekarang hidup di zaman yang penuh dengan perubahan. Salah satu hal menarik yang patut kita amati adalah era Society 5.0. Era society 5.0, dikenal sebagai era dengan konsep yang menunjukkan pemanfaatan teknologi di masa depan, untuk menyelesaikan msalah sosial, peningkatan kualitas hidup, dan memberikan efek positif bagi masyarakat. Konsep society 5.0 ini lahir di jepang dan menggambarkan tahap perkembangan masyarakat yang berkaitan dengan peran teknologi. Konsep ini merupakan perkembangan dari konsep sebelumnya yaitu society 4.0 yang berhubungan dengan revolusi industry 4.0. Seiring dengan perkembangan era tersebut, teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan sangat pesat.

            Salah satu contoh teknologi yang dapat di manfaakan di era society 5.0 ini adalah keserdasan buatan atau yang sering kita sebut sebagai AI (Artificial Intelligance). AI adalah bagian daari ilmu komputer yang menitikberatkan pada pengembangan teknologi yang mampu menawarkan solusi cerdas untuk masalah yang begitu kompleks. Istilah AI sendiri pertama kali dikenalkan oleh John McCarthy pada tahun 1956 yang menyatakan bahwa AI merupakan Teknik dan ilmu yang berkaitan dengan pengembangan teknologi cerdas.

            Dengan perkembangan teknologi yang pesat membuat dampak yang cukup signifikan dalam aspek kehidupan sehari-hari, apalagi dalam dunia bisnis. Di era society 5.0 ini, dalam dunia bisnis penerapan teknologi sangatlah penting dan berpengaruh, dimana penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-harinya semakin terintegrasi. salah satu faktor yang menunjukkan pengaruh besar teknologi di dunia bisnis yaitu pemanfaatan teknologi dalam manajemen dan oprasional bisnis. Penggunaan teknologi dalam manajemen suatu bisnis telah menghasilkan perubahan besar dalam efisiensi dan efektivitas operasional.

            Akan tetapi terkadang karena hanya memikirkan keuntungan finansial perusahaan, sering kali suatu perusahaan mengekploitasi sumberdaya alam yang mengakibatkan kerusakan lingkungan di sekitarnya. Dengan demikian suatu perusahaan tidak hanya memiliki tanggung jawab kepada pemegang saham, tetapi juga pada bagaimana mereka bertanggung jawab terhadap atas lingkungan sosial dan kesejahteraan masyarakat yang berada dilingkungan perusahaan. Untuk memenuhi tanggung jawab sosial tersebut, perusahaan dapat menerapkan kegiatan Corporate Social Responsibility.

            Corporate social responsibility adalah suatu konsep yang dimana perusahaan secara sukarela mempertimbangkan faktor sosial dan lingkungan dalam kegiatan mereka dan dalam interaksi dengan pemangku kepentingan. Semakin berkembangnya CSR, membuat banyak pihak menyadari bahwa Tindakan yang bertanggung jawab akan berkontribusi pada keberhasilan yang berkelanjutan dalam bisnis (Julian & Setiawati, 2019).

            Corporate Social Responsibility (CSR) dalam dunia bisnis sering kali dianggap sebagai prinsip utama beretika dalam bisnis. Ini menunjukkan bahwa perusahaan menjalankan aktivitasnya tidak hanya mengutamakan kepentingan pemegang saham, tetapi juga bagaimana mereka memperhatikan kepentingan pihak luar seperti pemerintah, lingkungan sekitar, karyawan, Lembaga swadaya masyarakat, dan komunitas lokal yang biasanya sering disebut sebagai pemangku kepentingan. Dengan menggunakan teknologi yang ada dalam perusahaan, mereka menggabungkan tanggung jawab sosial perusahaan mereka kedalam kegiatan bisnis dengan menciptakan program-program sosial yang menarik. Ini merupakan salah satu yang dilakukan perusahaan untuk berinvestasi sosial.

            Dalam Corporate Social Responsibility, Teknologi memiliki peranan yang penting karena dengan adanya teknologi tersebut dapat membantu menciptakan dampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Beberapa peran teknologi diantaranya:

            Pertama Meningkatkan Transparasi, perusahaan dapat menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat dan pemangku kepentingan mengenai program CSR yang dijalankan. Kedua Meningkatkan Efisiensi, perusahaan dapat mengelola program CSR dengan lebih efektif dan efisien, contohnya melalui proses pemantauan dan pe;aporan secara otomatis. Ketiga Mengukur Dampak, dengan menggunakan teknologi yang canggih perusahaan dapat melakukan pengukuran dempak sosial dan lingkungan dari program CSR dengan lebih cepat dan akurat. Keempat Meningkatkan Partisipasi Public, dengan menggunakan website dan aplikasi yang interaktif sehingga masyarakat tertarik ikut berpartisipasi dalam program CSR. Kelima Menjangkau Masyarakat yang Luas, dengan pesatnya teknologi saat ini seperti platform online, perusahaan data menjangkau masyarakat luan dengan biaya yang lebih rendah.

            Dalam CSR terdapat aspek dalam penerapannya. Pertama Tanggung Jawab Lingkungan (Environmental Responsibility), dimana perusahaan bertanggung jawab pada lingkungan sekitar dengan mengelelola limbah, menanam pohon, dan menggunakan energi terbarukan. Kedua tanggung jawab etis (Ethical Responsibility), perusahaan bertanggung jawab etis dengan beroprasi secara adil dan etis terhadap semua pemangku kepentingan. Ketiga Tanggung Jawab Filantropis (philanthropic Responsibility), yakni dengan menyisihkan sebagian dari pendapatan untuk menjadikan dunia dan masyarakat lebih baik. Dan yang terakhir Tanggung Jawab Ekonomi (Economic Responsibility), tujuan perusahaan tidak hanya memikirkan keuntungan finansial saja, melainkan juga berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

            Corporate Social Responsibility di era Society 5.0, perusahaan diharapkan tidakhanya berfokus pada memikirkan keuntungan sinansian semata, tetapi juga pada bagaimana inovasi teknologi yang mereka terapkan dapat menciptakan dampak positif bagi mansyarakat dan lingkungannya, perusahaan juga harus bertanggung jawab atas dampak buruk yang bisa dihasilkan oleh perusahaan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.


 

 

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat, R., Ag, S., & Pd, M. (n.d.). Buku Ilmu Pendidikan Rahmat Hidayat & Abdillah.

marketing. (2023). Era Society 5.0: Era Kedewasaan Teknologi dan Kemanusiaan. Undiknas.Ac.Id. https://undiknas.ac.id/2023/09/era-society-5-0-era-kedewasaan-teknologi-dan-kemanusiaan/#:~:text=Society 5.0 adalah gambaran masa,positif pada masyarakat secara keseluruhan

Aprilia, A. N. (2023). Peran Teknologi Terhadap Dunia Bisnis Era Society 5.0. Modernis.Co. https://modernis.co/post/20307/peran-teknologi-terhadap-dunia-bisnis-era-society-5-0/

Taraya, P. C., & Wibawa, A. P. (2022). Mewujudkan Society 5.0 Melalui Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan. Jurnal Inovasi Teknik Dan Edukasi Teknologi, 2(8), 378–385. https://doi.org/10.17977/um068v1i82022p378-385

Julian, A., & Setiawati, E. (2019). The Effect Of Corporate Social Responsibility (CSR) And Company Size On Firm Value With Profitability As A Moderating Variable (Empirical Study On Manufacturing Companies In The Consumer Goods Industry Sector Listed On The IDX For The 2019-2021 Period). Management Studies and Entrepreneurship Journal, 5(1), 871–883. http://journal.yrpipku.com/index.php/msej

Jayawi, H. (2024). 4 Jenis Kegiatan CSR & 7 Ciri-Ciri CSR Yang Berkualitas. Bumijourney.Com. https://bumijourney.com/4-jenis-kegiatan-csr-7-ciri-ciri-csr-yang-berkualitas/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan