Tantangan Etika dalam Bisnis Global

 

Nama: Siti Alfiyyah Bilqis

Nim  :235211041

Etika Bisnis Islam

  

Tantangan Etika dalam Bisnis Global

        Ketika perekonomian terus berkembang, permasalahan etika menjadi semakin kompleks. Perubahan yang sangat pesat dalam perdagangan internasional, teknologi, dan perputaran modal juga telah memperbaiki struktur perekonomian. Salah satu permasalahan penting  adalah ketidakseimbangan ekonomi yang terus meningkat baik secara nasional maupun internasional. Akibatnya, para pelaku pasar terlibat dalam persaingan yang ketat untuk saling mengungguli satu sama lain. Untuk mengoptimalkan penjualan, mengurangi biaya, dan meningkatkan margin, pihak pengelola harus mencari cara untuk membangun bisnis yang berbeda dan sukses secara domestik, regional, dan global. Informasi sangat penting bagi perusahaan untuk  mendapatkan keunggulan kompetitif.

        Salah satu permasalahan etika yang muncul di era perekonomian saat ini adalah semakin besarnya kesenjangan ekonomi  di dalam dan antar negara. Di tingkat nasional, kesenjangan tercermin pada perbedaan pemasukan antar kelompok masyarakat. Pada negara-negara kelas menengah dan bawah berada di bawah  desakan ekonomi, dan manfaatnya terkonsentrasi di kalangan elit ekonomi. Masalah ini dapat menimbulkan perpecahan  dan ketegangan sosial serta membahayakan konsistensi sosial dan politik. Secara global, negara-negara yang kuat secara ekonomi mempunyai akses yang lebih baik terhadap pasar dunia dan mendapatkan manfaat dari perdagangan internasional, sementara negara-negara miskin seringkali hidup dalam kemiskinan. Tantangan etika dalam kondisi ini adalah  mengatasi kesenjangan ekonomi antar negara dan meyakinkan bahwa ekonomi membawa manfaat yang sama bagi semua negara.

        Penerapan prinsip-prinsip etika dalam bisnis  memerlukan eksplorasi faktor-faktor yang menjadikan peran etika dalam bisnis begitu penting. Terkait etika dalam bisnis global, para ahli harus mengikuti beberapa aturan:

1.      Aturan kebebasan dalam bisnis global, sikap dan kemampuan pengusaha dalam bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri. Tetapi kebebasan  sendiri tidak  dapat menjamin orang lain  bertindak secara moral dan mandiri. Tanggung jawab juga merupakan persyaratan kebebasan dan merupakan konsep  paling mendasar dalam  bisnis,hal  inilah yang menjadi landasan dalam menjalankan sebuah bisnis, apalagi di era sekarang ini.

2.      Aturan kejujuran dalam  bisnis global. Sangat penting untuk semua orang yang terlibat dalam  bisnis ini untuk memahami dan menyadari bahwa kejujuran dalam urusan bisnis, khususnya dalam perdagangan global, merupakan persyaratan untuk keberhasilan  tindakan bisnis jangka panjang dan diatur secara profesional. Pengusaha juga perlu mengetahui bahwa integritas dalam bisnis mempunyai banyak bentuk, antara lain:

a) Kepatuhan terhadap syarat-syarat kontrak dan perjanjian

b) Mempersiapkan produk dan layanan berkualitas

c) Jujur kepada karyawan mengenai kondisi tempat kerja

3.      Aturan non-korupsi dan aturan berperilaku baik dalam bisnis global. Aturan ini

            sebenarnya merupakan petunjuk moral dari aturan keadilan dalam perdagangan

            global. Pengusaha global perlu peduli bahwa keadilan adalah prinsip

            bisnis yang paling utama , artinya pengusaha harus selalu memperlakukan haknya

            dengan menghormati orang lain. Aturan keadilan ini harus menjadi pedoman dalam

            tindakan  kita agar kewenangan setiap orang terlindungi dan sesuai dengan haknya,

            tanpa merugikan satu sama lain. Pada dasarnya, tidak ada seorang pun yang ingin      

            mengalami perlakuan tidak adil, semua orang menginginkan keadilan, namun

            keadilan harus ditegakkan.

4.      Aturan Menghargai Diri Sendiri. Seorang pebisnis bisa memperlakukan orang lain dengan baik, tapi ia juga harus bisa menghargai dirinya sendiri. Penting bagi manusia untuk mendapatkan perlakuan yang membangkitkan harga dirinya di mata orang lain, dan hal ini juga berhubungan dengan harga diri suatu perusahaan di mata masyarakat.1

Prinsip-prinsip ini menyokong perusahaan untuk tidak hanya fokus pada pengembangan bisnisnya, namun juga menganalisis implikasi moral dari keputusan mereka. Etika bisnis tidak hanya merupakan tanggung jawab sosial perusahaan tetapi juga merupakan faktor kunci dalam mengatasi permasalahan strategis. Keputusan moral memainkan peran penting dalam membentuk kepercayaan pengelola kepentingan, meningkatkan kualitas perusahaan, dan menciptakan mutu jangka panjang. Untuk itu, penting untuk memahami peran etika bisnis dalam strategi bisnis  untuk mencapai keberlanjutan.

        Di era ketika bisnis global semakin kompleks dan saling berhubungan, prinsip-prinsip moral mendasar seperti kejujuran, keadilan, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia tetap menjadi landasan kokoh etika bisnis internasional. Prinsip-prinsip etika ini mencakup kejujuran dan integritas  dalam urusan bisnis, penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan  kesehatan dan keselamatan karyawan, tanggung jawab terhadap lingkungan, dan transparansi dalam pelaporan keuangan dan non-keuangan. Namun penerapan prinsip-prinsip ini dalam konteks global tidak selalu berjalan mulus.

Hartman dkk (2021) menyatakan bahwa prinsip universal tersebut perlu disesuaikan dengan konteks lokal untuk menghormati keragaman budaya dan norma lokal, mereka berpendapat bahwa etika bisnis yang efektif harus menyeimbangkan prinsip-prinsip universal dengan pertimbangan keadaan lokal

        Penerapan etika sangatlah penting dalam dunia saat ini, jika hal ini tidak dilaksanakan, maka nilai-nilai masyarakat di segala aspek kehidupan bisa runtuh, tingkah laku masyarakat bisa berubah, dan jangkauan komunikasi menjadi jauh. Terdapat keadilan distributif dan keadilan komutatif, keadilan distributif berfokus secara khusus pada pendistribusian keadilan berdasarkan prestasi. Sedangkan, keadilan komutatif melihat keadilan sebagai persamaan yang didapat setiap orang, apapun kinerjanya. Dari segi keadilan  dilandaskan pada kesamaan tanpa mempertimbangkan prestasi atau bahkan status sosial, ekonomi, atau politik, keadilan sosial serupa dengan keadilan komutatif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

 

 

1.        Sibarani, J., Kurnia, T. & Purba, B. Tantangan Etika Dalam Globalisasi Ekonomi: Perspektif Keadilan Sosial. J. Ilm. Multidisiplin 1, 236–245 (2023).

2.        Ibnu Khoirudin et al. Peranan Etika Bisnis Dalam Tantangan Strategi Bisnis Di CV. Inti Motor. J. Publ. Sist. Inf. dan Manaj. Bisnis 3, 90–95 (2023).

3.        Budiarto, Y. Peran Keadilan Distributif, Keadilan Prosedural Dan Keadilan Interaksional Perusahaan. J. Psikol. 3, 109–126 (2015).

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

E-Commerce Syariah Sebagai Implementasi Nyata Etika Bisnis Islam dalam Dunia Digital

ESG dalam Perspektif Islam : Jalan Menuju Bisnis yang Etis dan Berdaya Guna

Transformasi Bisnis dalam Era Digital: Mewujudkan Platform Syariah untuk Masa Depan yang Berkelanjutan